SELASA, 10 MEI 2011
Happy, excited, bangga, gemetaran gitu kali ya perasaan saya kalo misalnya berhasil memenangkan suatu lomba dengan hadiah wow. Berupa hadiah ke Seattle Amrik. Bukan cuma saya, barangkali tak terhitung orang diluar sana yang sama hepi perasaannya.
But..... ketika hadiah sudah hampir ditangan , ternyata batal berangkat; apakah belum rezeki, taqdir, atau entahlah.... yang jelas Senin (9) kemarin saya dibuat gemas dan geregetan. Kok ? dari 5 pemenang, satu terpaksa batal berangkat karena ketinggalan pesawat. Kena macet, gitu alesannya. Ya Tuhan, sapa yang gak egghhhhh coba. Hadiah itu begitu diimpikan setiap peserta. Eh jangankan peserta, saya saja-pembaca yang tidak berkesempatan ikut lomba tersebut (karena yang ikut hanya mahasiswa sedangkan saya udah bukan mahasiswa lagi) pengen ikutan kompetisi. Pengen ikut menang. Lah kok yang udah menang malah gak jadi berangkat. Gak bangett kan !!!!
Bagi yang hobi baca Jawa Pos (tempat si bapak bernaung di dalamnya mencari nafkah) pasti tahu kalo JP yang punya halaman JP for HER mengadakan lomba nulis essay untuk perempuan di rubrik Her View. Singkat kata, tulisan yang masuk diseleksi, dijuri dan ditetapkan lima pemenang untuk Jalan-Jalan sekaligus Study Tour ke Seattle.
Dalam berita tersebut, tertulis saat briefing sehari sebelumnya, peserta harus datang Minggu (9) di Juanda airport pukul 16.00, dan jadwal keberangkatan pesawat pukul 18.40. Peserta tidak boleh telat. Jeda waktu untuk mengurus di imigrasi dan tetek bengek lainnya. Mereka semua ok. Namun parahnya, saat hari keberangkatan, satu peserta ini justru kena macet. Dia berangkat dari Probolinggo. Intinya sih memang berangkatnya udah mepet, belum lagi ada halangan di jalan. Yang konyol, dosen si peserta ini udah nyampe di Juanda airport duluan, ceritanya mo ikut melepas mahasiswanya itu . Sementara yang dianterin belum nongol.
![]() |
| diambil dr yudiworld.com |
Tidak menyalahkan si peserta telat ini ya... barangkali memang bukan rezekinya., seperti ungkapan pasrah si peserta telat tersebut. Tapi kalo saya bilang gitu, kok sepertinya tidak sungguh-sungguh antusias terima rezeki yang diperolehnya dari peras otak menuangkan ide tulisan itu. Kalo saja dia berangkat lebih pagi, barangkali hari ini sudah menikmati Seattle. Ya sudahlah, yang jelas tiket PP atas nama dia senilai USD 30000 ( Rp 25,5 juta) hangus, kamar hotel , konsumsi, program study tour yang didaftarkan atas nama dia hangus semua. Jika dikoreksi, pihak panitia JP juga alpa disitu. Mestinya peserta dari luar kota diinapkan saja di hotel di Surabaya biar tidak perlu menempuh perjalanan jauh dan resikonya. Gitu kata si-bapak saat kami diskus malam kemarin.
Saya juga tidak bisa membayangkan apa jawaban panitia dari JP dan 4 peserta lainnya saat ditanya panitia di sana kok pesertanya absen satu orang. " Ketinggalan pesawat mister," hadeeeh masak itu jawabannya. Bikin malu gak sih, keliatan banget kalo memang pake jam karet, tidak disiplin. " Tentu ini sangat memalukan kita semua. Dia kan dikirim bukan sebagai individu, tapi sebagai duta Indonesia. Bagaimana image kami nanti di mata panitia Seattle. Belum lagi kalau mengingat kerja keras panitia dalam mempersiapkan keberangkatan ke Seattle ini, " kata Rensi Dewi Bulan, koordinator keberangkatan ke AS.
Sungguh saya ikut menyesali kenapa ada kejadian seperti si peserta telat ini. Saya tiap hari, tiap baca Her View, baca sounding hadiahnya ngiri setengah mati. Ke Amrik gitu loh. Mana tak bisa sembarangan orang bisa dapet VISA ke sana. Ditambah lagi liat skejul acaranya, keliling kampus terkemuka, dan shopping ke Apple Store, OMG... saya juga mauuuuuuuu. Eh ya, ke AS transitnya juga banyak. Transit Di Narita Jepang, di San Fransisco, trus beberapa bandara internasional lain untuk transit...menyenangkan tentunya bisa keliling separuh dunia. Kesempatan fantastic bin gratis yang tidak mungkin datang dua kali seumur hidup.
Semoga pengalaman diatas ini menjadi salah satu pengingat bagi saya ; menghargai waktu-be on time, disiplin, tidak meremehkan hal kecil apalagi hal besar. Ups ya sekalian ingin berdoa disini, semoga Allah kasi saya kesempatan untuk terpilih mengikuti summer course di Utrecth Belanda. Amin YRA. Minta doanya ya teman...






