Tetirah ke Istana Raja, Taman Ujung Soekasada-Karangasem

Minggu, 19 Mei 2013



Pekan lalu ( minggu 12) kita abis jalan-jalan ke Bali Timur, ceritanya lagi ada saudara yang berlibur ke mari. Dese sih pergi sama rombongan kantor mamanya, tapi kita culik untuk stay beberapa hari  di tempat kami. Biar tidak biasa, jadi kita ajak ke obyek wisata yang jauhan dikit. Kira-Kira 2 jam jika meluncur dari Denpasar.

Ke Bali Timur ini bisa dapat tiga obyek wisata sekaligus. Kebanyakan sih pantai. Dan kami paling suka dengan lokasi ini : Taman Ujung Soekasada, Karangasem. Ini jejak kejayaan kerajaan Karangasem. Lupita siapa nama lengkap Rajanya, padahal ditulis gede ditembok hihihi (silakan gugling). Setelah diperbaiki oleh Pemkab setempat, tempat ini jadi lebih cantik dan menawan. Selain buat tempat tetirah, tempat ini juga kondang untuk lokasi pre wedding. Taman airnya mengingatkan pada Taman Sari Jogjakarta. Berhubung kami dulu ga pre wed di sini, jadi ini adalah foto lawas wed aja deh. Here the pics :
.



nyender dulu ah

ini view kalo diliat dari atas

yang belakang lagi pre wed



Buat penggemar Smash atau yang pernah sekilas liat video klip terbarunya, mereka syuting di Taman ini loh. Tepatnya di pic no.3 itu, tempat pasangan pre wed lagi kiss hehehe. Bangunan ini mirip sisa-sisa reruntuhan gitu sih menurut eikeh. Mengingatkan seperti Acropolis di Yunani (macam pernah ke sana aja). Dari lokasi paling atas itu, kita bisa liat keseluruhan area Taman Ujung dan liat laut di ujung sana. 

keliatan luas ya

Kita bisa jalan menyusuri jembatan yang menghubungkan satu bangunan dan bangunan lain dalam kolam air. Bangunan yang paling besar di tengah-tengah kolam itu merupakan tempat raja menerima tamu, dan kamar pribadi. Tapi kita bisa liat-liat secara bebas seperti museum gitu.

Indah kan

Jika capek, bisa tuh duduk di rerumputan depan kolam sambil kasi makan ikan yang gede-gede. Sayang kami gak bawa rantang, dan termos kopi, hahahahhaa . Kapan-kapan kalo ke sana lagi mau bawa ah. Oh ya utuk anak-anak bisa sewa perahu untuk keliling kolam. Sewa perahu bisa nego. Murah meriah.

ikannya rakus-rakus


Taman yang rapi dan cantik

Kalo pic yang di bawah ini hasil jepretan saudara eikeh, kebetulan hobi fotografi dan sukanya hunting foto :



Bukan pre wed, tapi lawas wed hahaha

kepanasan, mukanya jadi merah membahana

Tiket masuk ke taman ini murah cuma Rp 5 ribu. Kalo untuk pemotretan pre wedding, ada tarifnya juga sih. Privilege-nya sih oke bisa bawa mobil masuk keliling ke taman ini. Kebayang dong ya kalo dandanan heboh pake high heels, muter-muter cari lokasi bisa-bisa encok (lu aja kali Jen, hahaa) Tapi ada juga sih yang irit, seperti di begron di foto kami itu. Cuma calon pengantin sama fotografer, calon pengantin lakinya nggeret-nggeret koper, yang perempuan rempong ma gaun sama nenteng selop hak tinggi. 

Kabupaten Karangasem ini bersejarah juga buat si-bapak. Waktu awal kerja beberapa taon lalu, dese pernah ditugaskan di sini. Setiap sabtu malam, kabur ke Denpasar ngapelin eikeh. Jauh juga sih, apalagi dulu jalannya belum semulus sekarang. Kalo saat ini udah dibuatin semacam by pass jadi bisa wuss-wuss. Tempat kosnya dulu lumayan deket sama Taman Ujung. But believe it or not, ini adalah kunjungan pertama eikeh ke Taman Ujung. Beberapa kilo sebelum masuk Taman Ujung, sebaiknya berkendara dengan kecepatan rendah karena banyak monyet yang main-main di pinggir jalan. Kalo berani bisa brenti sebentar untuk kasi makan monyet. 


*dandan ala duta wisata Karangasem

selamat berhari minggu

Amsterdam Arena; Siasat Lahan Sempit Belanda



oleh : Jeni Wahyu Sri Lestari


Belanda dikenal sebagai salah satu Negara besar dalam sejarah sepak bola dunia. Prestasi yang ditorehkan para pemainnya mengagumkan. Belanda memiliki pemain legendaris Johan Cryuff yang dikagumi seluruh dunia.  Satu lagi yang melengkapi kepopuleran sepak bola Belanda, yakni stadion Amsterdam Arena.   


Stadion utama di negeri kincir angin dan tepat berada di jantung Amsterdam  itu menggunakan  teknologi rancang bangun yang out of the box, dan ekstrim di mata saya. Ya, stadion yang diresmikan pada 14 Agustus 1996 oleh Ratu Beatrix itu dibangun di atas jalan raya. Jika kita lihat dari atas, jalan raya nampak menembus perut Amsterdam Arena dengan lalu lalang kendaraan.  


Alasan dibangunnya Amsterdam Arena di atas jalan raya ini karena keterbatasan lahan. Seperti kita ketahui, Belanda merupakan negara yang wilayahnya tidak luas. Yakni hanya 41. 526 km2 (bandingkan dengan wilayah Indonesia yang memiliki luas 1. 919.440 km2). Untuk wilayah Amsterdam, memiliki luas Munisipalitas/Kota 219 km2, Daratan 166 km2, Perairan 53 km2, dan Metro seluas 1.815 km2. 


Pada mulanya stadion tersebut dibangun agar Belanda dapat menyelenggarakan even-even olahraga besar seperti olimpiade. Konstruksi Amsterdam Arena dikerjakan oleh Ballast Nedam dan Royal BAM Group. Pondasi pertama diletakkan pada 26 November 1993, dan pembangunan titik tertinggi dicapai  pada 24 Februari 1995 setelah konstruksi atap didirikan. Diarsiteki oleh Rob Schuurman dan Sjoerd Soeters, dana yang dibenamkan untuk pembangunan stadion tersebut sekitar 140 juta Euro. Amsterdam Arena memiliki kapasitas 52 ribu kursi untuk pertandingan sepak bola dan 68 ribu penonton jika digelar konser musik. Pada 13 Maret 1996, untuk pertama kalinya the fly over dari jalan umum dengan fasilitas parkir dibuka untuk umum.  



View Amsterdam Arena dari atas
 
Amsterdam Arena saat malam



Kandang klub Ajax Amsterdam itu menjadi stadion pertama di Eropa yang menggunakan teknologi mobile roof, yaitu atap yang bisa dibuka dan ditutup secara mekanik. Dengan mobile roof, tidak masalah apapun cuacanya , karena buka tutup atap stadion  tinggal menyesuaikan.  


Bagi saya yang menarik adalah kecerdikan Belanda dalam merancang dan membangun fasilitas publik yang dimilikinya. Belanda mampu melakukan multifungsi lahan; menyatukan Amsterdam Arena dan jalan raya yang melintasi stadion namun tetap dengan fungsinya masing-masing. 


Pengalaman menunjukkan, sejumlah pembangunan fasilitas publik di Indonesia berujung pada mubazir. Gedung dibangun untuk menyambut even tertentu. Ketika even berakhir, gedung tidak digunakan lagi dan menjadi tidak terawat. Sementara investasi besar untuk pembangunan tersebut sudah dikeluarkan. 

Koninkrijk der Nederlanden (Kerajaan Tanah Rendah) membuktikan bahwa kreatifitas tidak pernah kering untuk menyiasati kekurangan yang ada. Menurut saya apa yang dilakukan Belanda ini merupakan sindiran sekaligus cambuk bagi kita. Bagaimana tidak, Belanda yang mungil itu melakukan pembangunan fasilitas publik, yakni sarana olahraga yang megah, fungsional dan menjadi kebanggaan negaranya. Belanda pun memberikan fakta di wilayahnya yang sempit itu tata kotanya tetap terlihat rapi, teratur, cantik dan nyaman. Mestinya Indonesia yang merupakan negara besar dengan aset sumber daya alam yang melimpah mampu berbuat lebih.

Referensi :

http://en.wikipedia.org/wiki/Amsterdam_Arena
http://www.worldstadiums.com › Europe › Netherlands
http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda‎
http://www.worldstadiums.com > HOME > architecture > Stadium Design
http:// lipsus.kontan.co.id/v2/wisata/read/
http://commons.wikimedia.org

Hadiah Pertama di 2013

Denpasar, 24 Maret 2013

Sunday,

Harusnya hari ini sudah nongkrong di Sirkuit Sepang, Malaysia untuk nonton F1 Petronas Malaysia Grand Prix. Plus menikmati opening F1 dengan Guns n Roses. Tapi, faktanya adalah eikeh tidak sedang berada di sana. 

Dua minggu lalu eikeh ikutan kuis di pan page FB-nya Tourism Malaysia Jakarta dengan iming-iming hadiah tiket F1 ke Sepang. Secara pertanyaannya gampang, eikeh ikutan dong. Cuma diminta menulis pendapat kenapa harus menang dan nonton F1 di Sepang. Ya lumayan lama mikir untuk bikin jawaban yang sekiranya menarik. Juga browsing-browsing tentang Sirkuit Sepang ini. Dua tahun lalu pas balik ke erpot KLCC, lewat depannya aja. Nah singkat kata, ikut posting jawabanlah eikeh. Dan seminggu kemudian diumumkan sebagai salah satu pemenangnya. Happy ? ofkors. Karena sebelumnya juga sudah yakin menang. Terlebih ada faktor X (halahh) yang kerap nyamperin eikeh untuk urusan perkuisan alias sering menang. 

Oh ya btw, tiket ke Malaysia ini tidak benar-benar gretong. Tiket pesawat dan nginap kita tanggung sendiri. Ya eikeh makluminlah dan juga nyadar hari gini tidak ada yang benar-benar free. Malaysia juga ingin turis mengeluarkan uang selama di negeri Jiran itu. Samalah ya kayak Indonesia berharap dikunjungi turis dan belanja-belanji selama holide di mari. Selain itu, eikeh mengimami betul salah satu ustad yang eikeh follow di twitter, dia bilang yang intinya : 

Jangan pernah mengharap gratisan, hadiah, tapi berdoalah untuk dimampukan. Bener loh kata-kata itu. Misal kita pengen umroh, ya berdoa untuk dimampukan pergi ke sana. Alias tidak ngarep diajak sapa gitu. Kalo misal  ada yang ngajak, artinya itu adalah hasil jerih payah doa dan usaha kita. Misalnya bekerja dengan berprestasi, trus dapat hadiah diumrohin sama kantor. 

Oke back to tiket F1 gratis. Si-bapak siy excited dan ngijinin eikeh pergi nonton. Senang ya. apalagi biaya hidup (menginap, makan, transport) murah kata eikeh. Makin semangat deh dan  liat-liat harga tiket. Eng-ing-eng- karena mepet, otomatis ga dapet yang murah meriah. Harga promo sih, tapi masih mahal dibandingkan kalo pesan 2-3 bulan sebelumnya. Saat itu eikeh tetep ngarep dan berdoa semoga dimampukan beli, mengingat experience nonton F1 live dari sirkuit itu yang tidak ternilai harganya. Walo eikeh ga gitu mudeng sama F1 *krik-krik-krik...

tiket dan surat keterangan menang, hehehe

And then,  last minute, setelah mikir, eikeh memutuskan untuk ikhlas tidak berangkat. why oh why, ya karena ada skala prioritas yang mesti kita lakukan. Maju mundur mau jual tiketnya, trus ada kenalan yang pengen beli tiketnya. But, tiket itu tidak jadi terjual. Rencana mau aku pigura aja. Buat kenang-kenangan, tiket platinum dengan beberapa keistimewaan untuk pemegang tiket tersebut. Hehehe buat liat-liatan anak-cucu.

Selamat berhari minggu, i love u...

Perjalanan 2012

 Minggu 23 Desember 2012


Jelang pergantian tahun yang tinggal hitungan hari lagi.

Apa saja yang sudah kami lalui, Alhamdulillah bisa menjalani semampu kami with ups and downs-nya. Sesungguhnya sedih aja sih tiap mau ganti tahun. Tahun baru yang kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi, karena merupakan rahasiaNya. Yang pasti, umur tambah pendek, ya kan. 

Tahun 2013 melanjutkan kehidupan dengan tidak mencanangkan target, tapi ada lah rencana dan pencapaian yang ingin kami raih. Semoga diijabah Allah. 

Btw, tahun ini kami tidak kemana- mana loh. Paling liburan atau jalan-jalan seputaran Bali sajo. Benar-benar tight budget, soalnya udah terkuras untuk program ke dokter. Dan itu pun sebenarnya masih ada PR lagi. Tapi ya sudahlah, pelan-pelan akan kami lakukan kalau diberi rejeki lebih, aamiin. Bersyukurnya, justru banyak teman dan saudara yang mengunjungi kami, jadi ceritanya 2012 ini diisi dengan open house, dan sekalian nebeng jalan-jalan hiihhiihih.

Ah ya tentang blog ini, duuh ga produktif blas hehehe. Jarang banget posting, parah. Tapi Alhamdulillah mau muji diri sendiri, justru produktif untuk ikutan lomba nulis. Walaupun satu pun gak ada yang menang (parah lagi). At least sudah mencoba sih, karena seru juga mengumpulkan bahan tulisan, dan riset kecil. Secara ya bo, umur udah kepala 3 gini udah sering lupanya, malesnya, haduhhh. 

Menutup 2012 ini dengan Alhamdulillahirobbilaalamin, dan menjemput 2013 dengan Bismillaahirrohmaanirrohiim.


Ijin narsis, mau nampilin foto-foto sepanjang tahun ini ehhehehe

lokasi : Hard Rock Cafe Bali, pic September



lokasi di terasnya HRC



Random Style

 Coconut Coffee Beachwalk Kuta


Ikut Workshop Menulis

12 Desember 2012
Momen 12-12-12
  Mau cerita aja kalo sabtu 1 Des lalu ikutan workshop writing competition. Penyelenggaranya @nulisbuku, @plotpoint, dan Kementrian Ekonomi Kreatif. Jadi mereka roadshow ke 12 kota untuk workshop yang diadakan dalam rangka writing competition berhadiah total  112 juta *ngiler hadiah utamanya 25 jutaan, hehehe.
  Berhubung info di twitter peserta tiap workshop terbatas, jadi aku pantengin bener tuh kapan pembukaan pendaftaran di Denpasar. Pas udah mulai open, buru-buru deh daftar biar dapat 1 diantara 30 seat yang tersedia. Lokasi workshop di Virgin Duck Resto, jalan puputan renon Denpasar. Kebeneran diadain di resto itu secara belum pernah nyobain hihihi aji mumpung bener ye. Workshop nya free, asyik kan tuh.
  Karena sabtu aku ga ada libur, jadi udah niat banget ijin kerja demi ikutan workshop yang start jam 10 pe jam 13.30 itu. Pede aja ikutan sendiri, sambil cari temen baru di sana.

  Oke, materi yang diajarin siy bagus. Intinya tentang gimana cara nulis, cari ide (ga mungkin tentang cooking kan). Pematerinya dari @Plotpoint Mas Arief @alienstartrek dan mbak Feby Indirani.

  Ikutan workshop gini tentu saja nambah ilmu lha ya. Walo aku tidak ada niat untuk jadi pengarang novel, nulis puisi ato crita fiksi. Di workshop itu waktu dikasi tantangan nulis cerita singkat, eikeh ga sanggup menyelesaikan. Bener-bener buntu. Bagiku lebih enak nulis pengalaman sendiri daripada membuat karaktet fiktif. Ya beda-beda sih tiap orang.
  Now mbahas menu Virgin Duck Resto. Cemilan, kami disuguhi pizza, tipis nan kriuk, lanjut sup ayam. Main course aku pilih bebek goreng (ada ayam juga sih) yang disajikan dengam plecing kangkung, sambel. Enak dan pedesnya terasa. Dessert es krim vanila dan foto session. Ketemu teman lama  juga di sana.
Selamat melanjutkan weekdays.




Hi you

21 Nov 2012
Hi....gmn kabarmu...

Lagi-lagi berbulan-bulan ga nongol di my luv blog.
Bukan karena males, tapi lantaran belum bisa lancar ngeblog lewat tablet. Maklumi ndesoku iki yow.

Rekapan beberapa bulan ini :

1. 25 September dapet hadiah samsung tablet 2 dari yang ga mau diekspose. Dari dulu pengen banget yang warna putih, alhamdulillah dapat gratisan. Tapi hingga sekarang belum mahir pakenya, trutama buat ngeblog.
Ini sekalian jadi hadiah wed anniversary yang ke-4 di 17 Oktober.

2. Abis lebaran, punya kantor baru. Memutuskan back to work setelah program "leyeh-leyeh" sejak resign februari lalu  belum diridhoi untuk mendapat hasil.
3. Dikunjungi lagi sama temen lama. Kunjungan yang kedua ini lumayan lama. Diposting sebelumnya sempet aku critakan. Lumayan jadi guide dadakan untuk temenku ini. Jalan-jalan tiap hari temenku ini paling sering ditemeni si-bapak:-). Kalo jalan bertiga biasanya malem. Beberapa tempat maen kami: even Sanur Village Festival, water sport Tanjung Benoa, Hard Rock Cafe ( nikmati live music), Mbargo (just want to know), kuta. Dan beberapa tempat lain.
4. Lagi seriusin bisnis onlen. Jika sebelumnya hanya terima order dari sahabat sekaligus partner dari Jatim, sejak Oktober lalu promo gencar lewat twitter @BaliCantiq. Di kantor skalian nyambi menej new akun itu, hihihihi..
5. Lagi ingin jadi anak- anak laskar pelangi. Sibuk cari info beasiswa. Semangat pengen kuliah lagi, walo sebenarnya ga pede. Ada alesannya siy, 3 bulan lalu aku ikutan tes berkaitan dengan karir politik. Administrasi lolos, trus maju wawancara. Aku aja yang paling muda dari sisi umur. Berhadapan sama 3 penguji yang udah doktor semua, sepertinya. Berasa ujian tesis gitu siy. Gagal? Iyess. Kecewa? Lumayanlah, karena siang malam udah belajar, ngapalin undang-undang, sampe beli buku untuk materi belajar. Kegagalan itu yang jadi motivasi untuk pengen lanjut ambil master, one day.
Hmmm, udah deh ini dulu, pegel nge touch huruf one by one. Btw, blogspot kok jadi ribet ya, padahal kangen pengen komen-komen di blog mamanya naufal, bunda shasha, dija, elsa, dan temen-temen lain yg pake blogspot.

Jali-Jali Romadhon- Lebaran 2012

Denpasar, 30 Agustus 2012

Ha, lamanya ga nulis apa-apa...(nyalahin kemalasan, leptop lemot, moody dll)

"Selamat Idul Fitri bagi yang merayakannya... Mohon maaf lahir dan batin, Taqobballahu minna wa minkum, Taqobballahu ya karim.

Masih punya hutang yang harus segera kuselesaikan adalah--> mengirim bukuku, untuk teman-teman tersayang yang udah ter-daftar,  duuh belum sempat terus,  maafkan, Insya Allah kusegerakan.

Oke cerita Romadhon dan Lebaran tahun ini, walo sudah basi, tetep harus didokumentasikan di sini.

Di Ramadhan, tanggal 31 Juli  dini hari aku kedatangan teman kuliah, namanya Jimi. Dese pulang kerja dari Kimpo, Korsel. Udah sekitar 4 taon kerja di salah satu industri di kota tersebut, trus Juli itu balik ke Indonesia dalam rangka untuk perpanjang kontrak sekalian mudik lebaran. Penerbangannya dia ambil flight Kimpo-Denpasar. Setelah sebelum-belumnya udah kontakan, pagi buta itu dia mendarat selamat di Ngurah Rai International Erpot, dan kami jemput. Horeeeeh ketemu teman lama. Rencana awalnya, dia minta di bukingin hotel sekitar erpot situ, karena di Bali cuma sehari-semalam aja. Tanggal 1 Agustus dia udah harus di Jakarta untuk lapor ke BNP2TKI. Udah sempet aku kontakin hotel-hotel. Eh terus kepikiran,  kenapa ga kami tawarin nginep di rumah kami aja.  Ok deal deh. Berhubung cuma bentar, jadi  jalan-jalannya: anter dia beli gadget, nongkrong malam di salah satu angkringan Super Hero yang kondang gulidang di Denpasar, sama ke pantai Kuta. Oleh-olehnya, Alhamdulillah banyak  khas Korea. Taon depan katanya, aku dipersilakan liburan ke Korsel pas musim salju (aamiin ya Allah-malaikat lewat ikut aamiin dong)

September ini, katanya mau berlibur agak lamaan di Bali, oke monggooo lah hehehe. Urusan jadi host gini, udah biasa aja bagi kami. Apalagi di rumah ortu di Tabanan, ga cuma satu-dua tamu, tapi berbanyak. Ga cuma sodara, tapi juga teman, dan mantan tetangga -tetangga di Jatim. Rumah siy gak besar ya,  bahkan kalo di rumah ortu, kalo kamar ga cukup, ruang tamu disulap jadi ruang tidur digelarin tikar-karpet. Yang muda-muda tidur di bawah, yang sepuh di kamar.

Selama akhir Juli sampe akhir Agustus, lumayan sibuk wira-wiri ke erpot anter- jemput tamu yang datang (tsaah gaya banget kayak banyak tamu aja). Kebetulan tamu international flight smua. Bersyukur deh si-bapak kerjanya malem aja, jadi pagi sampe sore bisa ikutan ngurus tamu. Akunya juga belum kerja lagi masih sesekali undangan interview, jadi ya everyday is holiday lah. 


Trus lebaran hari kedua (Senin/20), seperti "tradisi" taon-taon sebelumnya, om ku sekeluarga dari Jatim (adik papa satu-satunya) dateng berlebaran ke Bali. Mereka ber-4 aja; om ,tante, anak perempuannya (cuma 1 aka sepupuku ), ma 1 cucu umur 5 taon (aka anak sepupuku). Sepupuku ini nikah usia muda dan sayangnya harus single parent di pernikahan yang baru seumur jagung. Ya untungnya, dia udah kerja mapan, tidak tergantung dengan mantan suami.

Karena kedatangan om family ini, otomatislah aku yang lebaran ke  kampung suami ga bisa lama-lama. Kebetulan saat mereka ke Bali itu pas hari raya kedua, jadi bisa nyamperin aku yang lagi di kampung suami dan bareng-bareng baliknya, iring-iringan 2 mobil.

Selasa (21)...kita rame-rame ke Tanjung Benoa, mau maen parasailing dan banana boat. Nyampe jam 11an, masya Allah udah padet banget turis domestik, bule di pantai itu.  Apa-apa harus antre untuk  bisa mencoba permainan yang ditawarkan. Taon lalu siy udah pernah dan mreka ketagihan maen lagi. FYI bagi yang blum tau, di Tanjung Benoa ini berderet-deret yang nawarin permainan, kita pas masuk di areanya Pendawa. Vendor lainnya seperti  Wisata Bahari , dan beberapa lagi, maaf lupita akikah saking banyaknya. 
sepupuku lagi terbang
Untuk parasailing yang naik om ma anaknya ini sekali terbang dipatok   Rp 75 ribu . Dapet harga miring, kalo yang lain kayaknya dapet harga lebih mehong deh. 
ki-ka: eikeh, laki eikeh, sepupuku, paling depan anaknya sepupu aka keponakanku tercinta


Banana Boat  warnanya merah, emang ada pisang warna merah?



Naik si pisang merah, per orang dipatok Rp 75 ribu jua. Total ber-4 Rp 300ribu. Keliling laut pake banana sekitar 15 menit, dan aku udah pesen ke mas-nya ga usah dicemplungin ke laut. Seruuuu naik banana, yang ga asyik mata pedih kecipratan air laut. Puas di Tanjung Benoa, lanjut ke pantai Nusa Dua, GWK (tapi gak minat liat patung) , Jimbaran dan
Jali-jali hari itu diakhiri dengan belanja baju di toko oleh-oleh Airlangga-Denpasar.

Rabu 22
Seharian leyeh-leyeh di Kuta, dan belanja di Matahari Kuta Square, dan balik blanja lagi di toko oleh-oleh Airlangga Denpasar (favorit banget ampe tiap hari belanja di situ). Malemnya ini mreka gantian nginep di rumah kontrakan kami. Tengah malem, si bapak pulang kerja, kami bertiga ngajak om nikmati suasana malem di angkringan Super Hero favorit kami, dan loh-loh lanjut ke Legian. Tau kan ya kalo dini hari gitu Legian 'hidup' banget. Kanan-kiri pub, diskotik, club, dijubeli bule dan sedikit orang lokal pada party. Si om minta turun dari mobil pengen liat lebih deket kegiatan dugem di situ, halaaah. Kami berhenti di salah satu club yang nggelar live music dan pengunjungnya full ampe trotoarnya dong. Jadi  ga sampe masuk ke dalam club, wong dari luar juga keliatan. Kalo ke Kuta paling poll kami berani cuma ke Hard Rock cafe itu pun karena menghormati undangan temen yang ngajak ketemuan, bukan karena niat dugem.

Kamis 23
karena pagi buta abis begadang, otomatis paginya males2an masih ngantuk. Tapi jali-jali liburan harus tetep lanjut. Kami pergi ke Ubud karena tante penasaran sama keratonnya (Puri)  suami Hepi Salma. Sempet mampir blanja ke Sukowati , monkey forest dan diakhiri dengan liat sawah tumpuk di daerah Tegalalang.


Jumat 24
Mreka sekeluarga ke Tanah Lot, eikeh ma si-bapak nungguin di rumah Tabanan. Malemnya eikeh sengaja nginep ngumpul bareng ma mreka , karena :

Sabtu 25 
Abis subuh ihiks say bye2 mreka balik ke Jatim...My dad and mom ikutan juga, karena sekalian mau nengok keponakannya di Banyuwangi.

Begitulah lebaran kali ini, smoga masih diberi kesempatan bertemu Romadhon dan Lebaran tahun depan dan seterusnya. 



Project (buku) Iseng

Minggu, 17 Juni 2012

Bersih-bersih blog, nyapu-nyapu debu sana-sini. Iyaa masih rajin disambangi, cuma udah lama ga diperbaiki, gara-gara modem yang lola...Blog ini sempat berantakan, niatnya mau rubah template, malah ancur.

Empat bulan ke mana aja, gak ke mana-mana masih disini-sini aja.  Waktu luang setelah jobless saya isi ikutan lomba nulis artikel sana-sini yang hadiahnya ke Amrik, sampe hadiah jalan-jalan ke Belitung. Sayangnya saya gak lolos, uhuks.

Sempat semedi ngerjain project iseng, alias bikin buku disela acara jalan-jalan. Bukan buku untuk dikomersialkan, wong buku-bukuan kok. Cuma buat narsis-narsisan saya aja. Buat kenang-kenangan kalo pernah punya buku. Meski begitu, lumayan loh dieditori suami  sekitar 2 bulan, itu pun kita masih menyewa lay out kantor suami untuk design covernya dan design kertas isi.  Sebelum akhirnya masuk ke penerbit di Jakarta. Begitu cetakan pertama selesai, saya koreksi lagi eh ketauan ada beberapa yang mesti koreksi. Maunya saya  perbaiki lagi, isi dan covernya karena saya memang gak puas. Begitu mau saya perbaiki, eh suami bilang "udah ga usah. Namanya buku pertama pasti ga sempurna," *nunduk lesu deh saya. 

Rencananya saat ulang tahunku nanti,  beberapa teman akan saya berikan buku ini. Terutama bagi mereka yang komen saat saya posting buku di FB beberapa waktu lalu.  Mudah-mudahan lancar. Isi buku ini siy sebagian cerita yang pernah saya tulis di blog. Dikumpulin satu-satu sama suami saya, diurutin. Dan dia baru tahu bahwa dari  potongan-potongan tulisan saya yang cuma sekedar cita-cita itu bisa kesampaian. "Man Jadda wa jada", katanya.

Eh tapi begitu buku pertama ini lahir, saya malah ambisi pengen bikin buku kedua yang lebih serius, meski sekali lagi tujuan utamanya tidak dijual.

Ok deh blog...sekian dulu,  selamat menghabiskan minggu yang gak sengaja mampir ke sini.

see u soon

Februari yang menguras hati

21 Feb 2012
Bertemu lagi di hampir penghujung  Februari...
diawali dengan beberapa kabar gembira di pertengahan Januari lalu; kbr sodara dan teman yg lagi hamidun-alhamdulillah. Ikut senang-semoga aura hepi itu jg segera terjadi padaku amin yra.

Kisah kali ini masih membahas tes apa aja yang telah kami lakukan-tentu saja sehubungan dengan akhir Januari yang diriku masih belum hamil, jadi mau tak mau step pemeriksaan ditingkatkan.

Sadar diri juga, selama Jan itu aku stress karena di sekolah ngadain even-miting hampir tiap hari-lembur pe maghrib blum lagi kena marah bos-huaaaahuaaa deh. Gimana jadi baby kalo kondisi lagi seburuk-buruknya gitu (cari pembenaran).

Sesuai jadwal dari obgynku, kamis (4/2) suamiku tes analisa sperma di lab prodia. Tes tentu saja atas perintah dokter obgyn-ku. 

Seperti yang pernah kubilang-bahwa aku akan fair menuliskan di sini dan tentu saja seijin si-bapak. Hasil tes yang keluar sore itu hasilnya tidak menggembirakan alias bukan normospermatozoa. Ada istilah medisnya untuk kasus yg dialami si-bapak yakni OAT (silakan di browsing sendiri). Tentang hasil tes si-bapak, mulanya aku cuma share dengan  mereka kuanggap paling dekat; mamaku, kedua adik iparku alias adik ipar n suaminya yang ke2-2nya perawat, dan temanku curcol @elevenmay n @astyNNS. 

Trimakasih untuk support nya yang menguatkan dan membuat kami tetap optimis. Adik ipar bilang itu bisa dinormalkan-ada temannya yang juga pernah mengalami hal yang sama-eh abis operasi sekarang anaknya udah dua. Gitu juga asty yang ikut browsing-dan hasilnya ada testimoni bisa sembuh. Saat buka hasil tes, berasa seperti buka raport. Deg2an tapi sambil ketawa-ketiwi. Yang parah suamiku ituuh-dia gak berani ambil tes-walhasil di sore yang mendung itu saya mesti sendirian ke lab prodia utk ambil raport-nya hehehee. Mana dari pagi my hubby udh stress duluan pe bolak-balik diare pe sore. Kasian kan.

Sehari dua hari manusiawi kali ya kalo kami berdua sempat kepikiran. Tapi ya sudlah show must go on kan-kita mikirin ke depannya aja. Suamiku akhirnya stop total ngerokok. Dulu sempat aku posting tentang rokoknya yang udah berhenti eh tapi lanjut lagi.

Oke- hari senin (6/2) giliranku untuk tes HSG. Hari ke 10 hpht. Untung paginya udh bersih ga flek haid. Karena minggu nya tuh masih flek. Heran siy wong biasanya 7 hari udh kelar. Kayaknya ikut nerves jg mau tes. Jam 1 kurang udh di RS Manuaba. Minggu malamnya sempat conform ma dokter radiologi yang akan menangani tes HSG ku itu. Diminta minum obat pereda nyeri yang udah diresepkan sebelumnya.

Jam 1an dipanggil masuk ruang radiologi, setelah sebelumnya diminta pipis dulu. Trus ganti baju terusan kimono dan tentu saja gak pake daleman. 


Sempat risih juga karena asisten bu dokter radiologi ini laki boow. Wes berhubung udah niat cuek ajalah hehehe. Masih syukur asisten ga ikutan masuk2in kateter n cocor bebek ke propertiku huhuhuuu. Tapi sumpah ya, saat hsg yang aku jalani itu bener-bener kayak posisi mau lahiran. Kaki ngangkang sempurna-terus alat2 dimasup2in. Gak liat alatnya kayak apa sih-gak keliatan dari posisiku yang telentang. Cuma berasa geli dan aneh saat dokter permisi masukin alat katanya namanya cocor bebek. Lanjut kateter kecil dan brasa ada cairan mengalir masuk. 

Saat cairan masuk-brasa mules, seperti mules haid. Kebetulan aku kalo haid jarang brasa apa2, kecuali lagi capek banget itu baru berasa mules ga enak. Setelah semua alat di dalem, bu dokter n asistennya masuk ke ruangan kotak kecil mungkin untuk motret kali ya. Tau deh. Gak lama bu dokter bilang-udah selese, tapi aku gak boleh gerak dulu katanya kalo hasilnya ga bagus dia mau ambil foto untuk posisi lain. Syukur alhamdulillah aku dinyatakan ga perlu ganti posisi. Udah cukup posisi telentang itu aja. Kalo ga salah di forum2 ada yang pernah harus posisi miring kanan-kiri gitu.

Baring-baring sepuluh menitan sambil nungguin hasil foto rontgen nya kering, baru dikeluarinlah alat2 yang di propertiku. Selese.  Aku yakin hasilnya bagus-karena bu dokter bilang gak ada masalah. Bis itu nunggu di ruang tunggu tentu saja untuk nunggu hasil resminya dikeluarin plus bayar2annya.

Ada 2 foto rontgen yang aku gak ngerti gimana baca n liatnya-mesti nunggu komen obgyn. Namun yang bikin aku pengen nyebur kolam saking senangnya adalah saat baca hasil tes yang tertulis kesimpulan : kedua tuba paten.
Total biaya tes hsg plus farmasi (obat2an) siang itu Rp 781 ribu (dompet tinggal recehan).

Dalam satu hari itu, dari siang pe malam kami wara-wiri di RS tersebut, ketemu 3 spesialis. dari dokter radiologi, Obgyn, hingga urolog untuk konsul hasil tes yang udah kami jalani. Bener-bener deh (ya Allah paringi sabar).

Menghibur diri sendiri-ga papa deh bayar mahal asal hasil bagus. Apalagi demi tes tersebut aku juga bela2in ijin ga kerja. Malah akhir Jan pe awal Feb itu  lmyn byk ijinnya demi program. Dan untuk urusan pribadi  ini aku udh sempat bilang ke hrd-kalo aku lagi program hamil.

Pr kali ini adalah konsentrasi untuk tritmen si-bapak. Udah konsul ke ahlinya dan sementara dikasi resep obat tribestan, santa E, lumayan juga sekali nebus resep 500ribuan. ​اَÙ„ْØ­َÙ…ْدُÙ„ِÙ„َّÙ‡ِ رَبِّ الْعَÙ„َÙ…ِÙŠْ,,,,, untuk resep suami dibayarin asuransi ktrnya. Mudah2an kondisinya segera bisa oke-amin yra. Terimakasih utk tmn2 yg slalu ngasi support n mendoakan baik di blog, bbm, bbg, twitter, ym, sms. Kasi kembang satu-satu. 

Kata dokter urolog, penyebab OAT ini banyak banget. Misalnya kebanyakan pake celana ketat, dan beberapa lainnya. Mungkin juga kebanyakan olahraga (si-bapak dulu atlit sepakbola di kampungnya) Dan memang saat waktu single dulu, si bapak udah di diagnosa gejala varikokel (penyebab OAT). Sayangnya pengobatan saat itu cuma sekali, karena udah merasa sembuh.

Oya, setelah merenung kilat-akhirnya aku memutuskan untuk resign dari kerjaan per 11 Februari lalu. Sepertinya aku perlu konsen untuk program kehamilan ini-disamping pula ada beberapa pertimbangan pribadi lain.  Mungkin aku akan istirahat selama 1 hingga 2 bulan.  Setelah suami selesai operasi, aku mau cari kerjaan lagi-atau mo buka usaha aja dari rumah (smoga diberikan mana yang terbaik).

Tanggal 13 Februari kita mudik ke tempat suami. Mau coba alternatif dan minta second opinion ke dokter bedah yang direkomen ipar di RS tempat mereka dinas. Dan hasilnya, kata dokter bedah tetap harus operasi.

Sekarang ini kita masih ngebandingin biaya operasi di beberapa rumah sakit. Mudah2an siy bisa dicover asuransi kantor suami-karena besar juga biayanya kisaran 3-7 juta rupiah (tergantung RS-nya) . Insya Allah Maret nanti operasinya-karena mesti atur waktu cuti dimana suami lg pegang even tahunan juga Feb hingga pertengahan Maret . Plus ngumpulin duit sapa tau harus bayar sendiri. Ooo seandainya ada sekarung duit jatuh dari langit, hihihihi.

Begitu banyak hal yang terjadi di Februari ini, mudah-mudahan kami bisa melalui ujian kali ini dengan baik, sabar  dan bisa mengambil hikmah. Semoga pula rencana Yang Maha Kuasa lebih indah dari apa yang kami inginkan. Amin yra.